Senin, 21 Mei 2012

SEBUAH TANYA


Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu?
Meminta ku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemeja ku"

Kabut tipis pun turun pelan pelan
di lembah kasih, lembah mandala wangi
Kau dan aku tegak berdiri,
Melihat hutan-hutan menjadi yang suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah engkau masih membelai ku semesra dahulu
Ketika ku dekap,
Kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Lampu lampu berkedipan di jakarta yang sepi,
Kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya.
Kau dan aku berbicara,
Tanpa kata, tanpa suara,
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita

Apakah kau masih akan berkata,
Kudengar derap jantung mu.
Kita memang berbeda dalam semua,
Kecuali dalam cinta?

Hari pun menjadi malam,
Kulihat semua menjadi muram.
Wajah-wajah yang kita tidak kenal berbicara
Dalam bahas yang tidak kita mengerti
Seperti kabut pagi itu

Manisku, aku akan jalan terus
Membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
Bersama hidup yang begitu biru.

Selasa, 1 April 1969

Puisi created by    : Soe Hok Gie
Photo created by  : RuangRekam
Talent                   : Nagarjuna


Tidak ada komentar:

Posting Komentar