Laman

Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

Trust


seharusnya tulisan ini dimulai dengan kata "LELAH" karena kata lelah buat saya berhubungan erat dengan kata percaya khususnya pada situasi seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin satu orang menanyakan satu hal berulang-ulang sehingga membuat saya sangat lelah melebihi porsi saya sebelumnya. 25 tahun hidup namun satu tahun belakangan ini adalah masa masa sulit saya, walapun satu tahun sebelumnya saya sudah berhasil keluar dari suatu tahap yang paling sulit menurut saya. memang benar jika ada istilah "tuhan itu ga bakal ngasih cobaan ke umatnya diluar kemampuannya" istilah itu memang benar adanya tapi setelah dipikirkan baik-baik, ketika kita berhasil melewati satu cobaan terbesar dalam hidup kita maka tuhan akan kasih cobaan berikutnya melebihi porsi sebelumnya dan lagi lagi tuhan pun percaya kalo kita bisa melewati itu semua. 

"mungkin waktu akan menjawab semua keraguan yang ada saat ini"


Rabu, 20 Oktober 2010

Menara


Menara adalah sebuah bentuk visualisasi dari lagu Melancholic bitch pada album balada susi dan joni, begitu cinta saya terhadap lagu ini. Menurut saya lagu ini adalah anti klimaks dari album tersebut!!

Menara!!!

Ketika Joni dua satu dan susi sembilan belas, hidup sedang bergegas di reruntuh ruang kelas. Kota-kota menjalar liar dan rumah terkurung dalam kotak gelas, dingin dan cemas.
Namaku Joni, namamu Susi. Namamu Joni, namaku Susi.
Berdarah, ah, luka di tanganku. Berdarah, ah, luka di tanganmu. Saling menggenggam kita, mengikat darah kita selamanya.
Kita akan berpinak, banyak-banyak,
menjadi sekawanan Joni, menjadi sekawanan Susi menjadi sekawanan Joni, menjadi sekawanan Susi
menjadi sekawanan Joni, menjadi sekawanan Susi
Mari pergi dari sini
Mari kita pergi
dari sini

Membuka lahan, Kebun apel, Seperti tuhan
Membuka lahan, Kebun apel, Seperti tuhan

Lalu kita dirikan menara
Yang tinggi, Lebih tinggi, Lebih tinggi

Tengadahlah
Joni dan Susi
Joni dan Susi

Ketika Joni dua satu dan susi sembilan belas, hidup sedang bergegas di reruntuh ruang kelas. Kota-kota menjalar liar dan rumah terkurung dalam kotak gelas, dingin dan cemas.
Namaku Joni, namamu Susi. Namamu Joni, namaku Susi.